News

Apakah Anak Saya ADHD?

Mirna sedang bingung menghadapi anaknya yang berusia tujuh tahun. Anaknya baru saja masuk sekolah dasar sejak satu minggu lalu, tapi dirinya sudah mendapat panggilan dari guru. Menurut guru, si anak tidak bisa duduk diam di kelas, mengganggu anak-anak lain, dan tidak mengerjakan tugas dan aktivitas yang diberikan di kelas. Gurunya mengatakan bahwa anaknya hiperaktif berlebihan.

 

Setelah browsing di internet dan mengobrol dengan rekan orangtua lain, ternyata beberapa keluarga juga pernah mengalami hal serupa. “Jangan-jangan anak kamu ADHD!” kata teman-temannya. Benarkah demikian?

 

 

Apa itu ADHD?

Attention Deficit and Hyperactivity Disorder (ADHD) atau yang dikenal sebagai Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas sering dikaitkan dengan hiperaktif. Salah satu gejala ADHD memang adalah hiperaktivitas, tapi tidak semua anak hiperaktif langsung didiagnosis sebagai ADHD loh.

 

ADHD adalah salah satu gangguan perkembangan yang paling sering ditemukan di masa kanak. Data penelitian menunjukkan bahwa sekitar 5-6% anak mengalami kondisi ini. Kondisi ini paling banyak pertama kali ditemukan di usia sekolah, terutama sekolah dasar.

 

Biasanya orangtua atau guru adalah yang pertama kali mengalami kesulitan menghadapi anak ADHD, karena adanya kesulitan anak dalam memusatkan perhatian, adanya perilaku impulsif yang merusak dan berbahaya, serta kondisi aktif yang berlebih.

 

Saat ini, ADHD digolongkan menjadi tiga jenis yaitu ADHD dengan dominan hiperaktif-impulsif, ADHD dengan dominan inatensi, dan ADHD campuran.

 

 

 Anak saya hiperaktif, apakah dia mengalami ADHD?

Hiperaktif pada anak ADHD berbeda dengan hiperaktif pada anak lain. Anak dengan ADHD akan sulit untuk duduk diam walaupun diinstruksikan. Anak dengan ADHD juga mungkin banyak bicara tanpa henti sehingga membuat orangtua kewalahan.

 

Hal lain yang khas adalah anak dengan ADHD cenderung tidak bisa menahan diri, sehingga tampak impulsif (melakukan sesuatu secara tiba-tiba tanpa berpikir panjang). Akibatnya, anak dengan ADHD bisa sampai memanjat lemari dan kadang merusak atau membanting barang.

 

Sekilas, anak dengan ADHD terkesan seperti anak bandel yang tidak menuruti orangtua. Tak jarang orangtua mengeluhkan anaknya tidak berubah bahkan meskipun sudah dimarahi. Perlu diingat loh bahwa anak dengan ADHD memang kesulitan untuk mengendalikan dirinya, dan inilah gejala hiperaktif-impulsif pada anak ADHD.

 

 

 Anak saya sulit fokus, apakah dia mengalami ADHD?

Pada dasarnya, wajar apabila seorang anak kesulitan untuk memusatkan perhatian. Hal ini terkait dengan otak anak yang masih dalam tahap berkembang, sehingga daya fokusnya masih belum sempurna seperti dewasa.

 

Normalnya, seiring waktu maka anak akan memiliki kemampuan fokus yang makin lama dan makin baik. Inilah yang berbeda pada anak dengan ADHD. Kondisi sulit mempertahankan perhatian (inatensi) pada anak dengan ADHD cenderung menetap dan membuat anak kesulitan dalam mengikuti kegiatan belajar di sekolah.

 

Seorang guru mungkin melaporkan kepada orangtua tentang kondisi anaknya yang tampak sering bengong, tidak memperhatikan guru, berhenti mengerjakan tugas di tengah-tengah, serta sering meninggalkan barang-barang. Ini mungkin adalah gejala inatensi pada anak ADHD.

 

Apakah ADHD bisa hilang sendiri?

Beberapa orangtua dengan anak ADHD merasa bahwa kondisi anaknya masih wajar dan mungkin akan hilang sendiri. Kenyataannya, sulit untuk menentukan apakah kondisi ADHD akan hilang sendiri suatu saat nanti. Seiring perkembangan otak anak, memang bisa jadi kondisi sulit fokus atau hiperaktif yang dialami akan mengalami perbaikan.

 

Meski demikian, ADHD pada dasarnya adalah kondisi yang bisa berlanjut hingga dewasa. Data penelitian menunjukkan bahwa sekitar 30-70% anak dengan ADHD akan terus mengalami kondisi ini sampai dewasa! Akibatnya, orang dewasa dengan riwayat ADHD masa kanak mungkin akan sulit untuk berkonsentrasi dan fokus baik dalam pendidikan maupun pekerjaannya.

 

Jangan sampai termakan mitos seputar ADHD! Jika Anda khawatir anak Anda mengalami kondisi ADHD, bawalah untuk berkonsultasi ke psikiater atau psikolog. Untuk informasi lebih lanjut, hubungi kami di Smart Mind Center RS Gading Pluit.

 

(dr Andreas Kurniawan, SpKJ)